Home » K3 » Upaya Kesehatan Kerja di Rumah Sakit

Upaya Kesehatan Kerja di Rumah Sakit

RSUDZALatar Belakang

Di era globalisasi tahun 2020 mendatang, kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang harus dipenuhi oleh seluruh negara anggotanya, termasuk bangsa Indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebut serta mewujudkan perlindungan masyarakat pekerja Indonesia; telah ditetapkan Visi Indonesia Sehat 2015 yaitu gambaran masyarakat Indonesia di masa depan, yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Strategi pembangunan kesehatan nasional adalah mewujudkan Indonesia sehat 2015, strategi ini mengedepankan program pembangunan nasional berwawasan kesehatan. Program pembangunan kesehatan memberikan prioritas utama terhadap upaya-upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan upaya pencegahan penyakit (preventif) selain upaya pelayanan penyembuhan atau pengobatan (kuratif) dan upaya pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dilakukan secara menyeluruh dan terpadu serta berkesinambungan. (Depkes, 2010).

Dalam Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, BAB XII Tentang Kesehatan Kerja Pasal 164 menyebutkan :

  1. Upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan.
  2. Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pekerja di sektor formal dan informal.
  3. Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku bagi setiap orang selain pekerja yang berada di lingkungan tempat kerja.
  4. Upaya kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berlaku juga bagi kesehatan pada lingkungan tentara nasional Indonesia baik darat, laut, maupun udara serta kepolisian Republik Indonesia.
  5. Pemerintah menetapkan standar kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).
  6. Pengelola tempat kerja wajib menaati standar kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan menjamin lingkungan kerja yang sehat serta bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan kerja.
  7. Pengelola tempat kerja wajib bertanggung jawab atas kecelakaan kerja yang terjadi di lingkungan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan pada Pasal 165 menyatakan bahwa :

  1. Pengelola tempat kerja wajib melakukan segala bentuk upaya kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan bagi tenaga kerja.
  2. Pekerja wajib menciptakan dan menjaga kesehatan tempat kerja yang sehat dan menaati peraturan yang berlaku di tempat kerja.
  3. Dalam penyeleksian pemilihan calon pegawai pada perusahaan/instansi, hasil pemeriksaan kesehatan secara fisik dan mental digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. (U.U Kes. No. 36 2009).

Perkembangan ini tercermin pada perubahan fungsi klasik rumah sakityaitu pada awalnya rumah sakit hanya memberi pelayanan yang bersifatpenyembuhan (kuratif) terhadap pasien melalui rawat inap. Karena kemajuanilmu pengetahuan khususnya teknologi kedokteran fungsi rumah sakit bertambahmenjadi bersifat pemulihan (rehabilitatif). Keduanya dilaksanakan secara terpadumelalui upaya promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif) (Muninjaya, 2004).

Rumah sakit merupakan salah satu instansi yang berwenang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas. Keadaan ini membuat rumah sakit perlu memperhatikan kualitas pelayanan yang ditawarkan kepada konsumen dalam hal ini adalah pasien yang akan menggunakan jasa rumah sakit sehingga pasien merasakan kepuasan terhadap kualitas yang ditawarkan (Zahrotul, 2008).

Perkembangan rumah sakit di Indonesia terus meningkat seiring denganberjalannya waktu. Jika dahulu rumah sakit hanya didirikan oleh badan-badankeagamaan, sosial ataupun pemerintah (non- profit oriented), sekarang banyak didirikan oleh berbagai badan usaha swasta yang usahanya berorientasi pada laba(profit oriented). Rumah sakit merupakan unit usahapelayanan kesehatan yang berfungsi sosial, namun harus dikelola secaraprofesional.Untuk memperoleh keunggulan daya saing dalam skala global, rumahsakit dituntut mampu menyajikan pelayanan yang berkualitas dengan harga yangwajar dan bersaing, hal ini bisa dikatakan bahwa kunci pokok untukmeningkatkan daya saing industri jasa pelayanan kesehatan adalah kualitaspelayanan. Dengan tujuan untuk tercapainya kepuasan pelanggan yang secaratidak langsung bisa menguatkan loyalitas pelanggan (Yuliana, 2009).

Rumah sakit dalam kacamata umum merupakan sebuah instansi fungsional pelayanan kesehatan terdepan sebagai unit pelaksana  upaya penyuluhan, pencegahan dan penanganan kasus-kasus penyakit di wilayah kerjanya, secara terpadu dan terkoordinasi. Rumah Sakit merupakan tempat kerja serta berkumpulnya orang-orang sehat (petugas dan pengunjung) dan orang-orang sakit (pasien), sehingga rumah sakit merupakan tempat kerja yang mempunyai resiko kesehatan maupun penyakit akibat kecelakaan kerja. Oleh karena itu petugas rumah sakit tersebut mempunyai resiko tinggi karena sering kontak dengan agent penyakit menular, dengan darah dan cairan tubuhmaupun tertusuk jarum suntik bekas yang mungkin dapat berperan sebagai transmisi beberapa penyakit seperti hepatitis B, HIV AIDS dan juga potensial sebagai media penularan penyakit yang lain.

Menurut Hudoyo (2004) yang dikutip oleh Depkes RI (2007) resiko petugas rumah sakit terhadap kesehatan dan penyakit akibat kecelakaan kerja dapat digambarkan bahwa rendahnya perilaku petugas kesehatan di tempat kerja terhadap kepatuhan melaksanakan setiap prosedur tahapan kewaspadaan universal dengan benar hanya 18,3%, status vaksinasi hepatitis B petugas kesehatan  masih rendah sekitar 12,5%, riwayat pernah tertusuk jarum bekas sekitar 84,2%.

Melihat hal diatas tentunya kita perlu menyadari bahwa dalam lingkup pekerjaan dibidang kesehatan mempunyai banyak resiko terhadap para pekerjanya, sehingga muncul pertanyaan dalam benak kita bagaimana pula dengan lingkup pekerjaan lain yang bukan bidang kesehatan.

Kalau kita lihat dari gambaran masalah kesehatan kerja yang mencakup angka kesakitan dan kematian akibat kerja dan akibat hubungan kerja dari International Labaour Organisation (ILO) yaitu 1,2 juta orang meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja atau penyakit akibat hubungan kerja (PAHK). Dari 250 juta kecelakaan, 3000.000 orang meninggal dan sisanya meninggal karena PAHK. Diperkirakan ada 160 juta PAHK baru setiap tahunnya. Sedangkan untuk besaran masalah kesehatan kerja yang menyangkut angka kesakitan dan kematian akibat kerja dari beberapa penelitian diperoleh gambaran bahwa lebih dari 50% pekerja Indonesia peserta jamsostek mengidap penyakit kulit akibat masuknya zat kimia melalui kulit dan pernafasan.Nelayan penyelam tradisional di pulau bungin, NTB menderita nyeri persendian 57,5% dan gangguan pendengaran 11,3%. Pandai besi menderita gangguan/pengurangan tajam pendengaran 30-54%. Dan penyelam tradisional menderita kelainan pernafasan berupa sesak nafas (Depkes RI, 2005)*.

Permasalahan

Berangkat dari latar belakang diatas maka permasalahan yang yang terjadi adalah bagaimanakah penerapan upaya kesehatan dan keselamatan kerja di rumah-rumah sakit yang ada di Indonesia, khususnya di tempat saya berada, yaitu Kota Banda Aceh ?

Nantikan kelanjutan tulisan ini setelah saya menyelesaikan penelitian saya di Salah satu rumah sakit pemerintah di Kota Banda Aceh

Note :

*beberapa paragraf disadur dari tulisan Sdri. Isyatun Mardhiyah Syahri, SKM,M.Kes dari Universitas Sumatera Utara dalam penelitiannya tentang Usaha Kesehatan Kerja

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: