Home » AKK » Manajemen Sumber Daya Manusia (tinjauan dari sudut pandang AKK)

Manajemen Sumber Daya Manusia (tinjauan dari sudut pandang AKK)

Menurut Malayu SP Hasibuan, definisi Manajemen Sumber Daya Manusia adalah Ilmu dan Seni yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efesien dalam membantu tujuan organisasi dalam berhubungan dengan karyawan dan masyarakat.

Sedangkan menurut Michael J. Jucius berpendapat bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia adalah Lapangan manajemen yang bertalian dengan perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian bermacam-macam fungsi pengadaaan, pengembangan, pemeliharaan dan pemanfaatan tenaga kerja sedemikian rupa sehingga :

1.  Tujuan organisasi didirikan dapat dicapai secara efektif dan efesien

2. Tujuan semua pegawai dilayani sampai tingkat optimal

3. Tujuan masyarakat diperhatikan dan dilayani dengan baik

Jadi secara gamblang dapat dijabarkan bahwa :

  1. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam suatu organisasi
  2. Unsur manajemen sumber daya manusia adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada suatu organisasi
  3. Fokus yang dipelajari pada manajemen sumber daya manusia hanyalah masalah yang berhubungan dengan tenaga kerja dan organisasi

Perbedaan dan persamaan Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Personalia

Persamaan mendasar : Keduanya merupakan ilmu yang mengatur unsur manusia dalam suatu organisasi agar mendukung terwujudnya tujuan yang diharapkan.

Perbedaan :

  • Manajemen Sumber Daya manusia dikaji secara makro, sedangkan manajemen personalia dikaji secara mikro
  • Manajemen Sumber Daya Manusia menganggap karyawan adalah kekayaan (asset) utama organisasi, jadi harus dipelihara dengan baik, Sedangkan Manajemen personalia menganggap karyawan adalah faktor produksi, jadi harus dimanfaatkan secara produktif
  • Manajemen Sumber Daya Manusia pendekatannya secara modern sedangkan manajemen personalia pendekatannya secara klasik.

Komponen Manajemen Sumber Daya Manusia

1.  Pengusaha

Yaitu setiap orang yang menginvestasikan modalnya untuk memperoleh pendapatan dan besarnya pendapatan itu tidak menentu tergantung pada laba yang dicapai organisasi tersebut

2.  Karyawan

Yaitu penjual jasa (pikiran dan tenaga) yang mendapatkan kompensasi yang besarnya telah ditetapkan terlebih dahulu. Karyawan berperan aktif dalam menetapkan rencanan, sistem, proses dan tujuan yang akan dicapai. Karyawan juga merupakan kekayaan utama dalam organisasi, tanpa keikutsertaan mereka, aktifitas organisasi tidak akan terjadi.

Posisi karyawan dalam organisasi dapat dibedakan menjadi :

a.  Karyawan Operasional

Yaitu setiap orang yang secara langsung harus mengerjakan sendiri pekerjaannya sesuai perintah atasan

b.  Karyawan Manajerial

Yaitu setiap orang yang berhak memerintah bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dan dikerjakan sesuai dengan perintahnya.

Karyawan Manajerial juga dapat digolongkan menjadi 2 komponen,

yaitu : Manajerial Unit, yaitu pemimpin yang mempunyai wewenang lini, berhak dan bertanggung jawab langsung pada tujuan organisasi. dalam pelaksanaannya manajerial lini sebaiknya menggunakan pendekatan Social System dan Technical System agar hubungan atasan dan bawahan berjalan harmonis dan mencapai hasil yang optimal. Komponen kedua adalah Manajer Staff, yaitu manajer yang hanya berhak memberikan saran dan pelayanan untuk memperlancar manajer lini. Manajer ini sebaiknya menggunakan  Cooperative Social System Approach (kerja sama sosial).

3.  Pemimpin atau Manajer

Yaitu seseorang yang menggunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarakan orang lain serta bertanggung jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapai tujuan.

Faktor-faktor yang mendukung Manajer dalam memimpin bawahannya

  1. Otoritas untuk melakukan coercive power, reward power, legitimate power, expert power dan reference power.
  2. Karyawan masih mempunyai kebutuhan yang sama, termasuk kebutuhan kerja
  3. Orang-orang mau bekerja sama dan hidup berkelompok karena keterbatasan fisik dan mental
  4. Orang-orang mau bekerja sama karena keinginan untuk mempertahankan hidup, berkuasa, mendapatkan pujian dan pengakuan

Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam sebuah organisasi

  1. Menetapkan jumlah, kualitas dan penempatan tenaga kerja yang efektif sesuai dengan kebutuhan organisasi berdasarkan job description, job specification, job recruitment dan job evaluation
  2. Menetapkan penarikan, seleksi dan penempatan karyawan berdasarkan azas the right man in the right place and the right man in the right job
  3. Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan, promosi dan pemberhentian.
  4. Meramalkan penawaran dan permintaan SDM pada masa yang akan datang
  5. Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan perkembangan organisasi pada khususnya
  6. Memonitor dengan cermat per UU yang berlaku
  7. Melaksanakan diklat dan penilaian prestasi karyawan
  8. Mengatur Mutasi karyawan baik vertikal maupun horizontal
  9. Mengatur pensiun, pemberhentian dan pesangon karyawan

–bersambung–

About these ads

1 Comment

  1. [...] Daya Manusia (2) February 15, 2010 Posted by isfaniy in Uncategorized. trackback Menyambung tulisan kami sebelumnya tentang pengertian dan komponen dari Manajemen SDM, maka dalam tulisan ini akan kami bahas tentang [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: